From bangkok to Chiangmai

Posted by Fico , Friday, August 31, 2007 8:19 PM







I have huge back pack on my back(80ltr), one in front of my chest (30ltr)and we still had to drag other bag (50 ltr) to the MRT station, and then sub way. Have to walk on sky walk before reach the subway.
Nightmare !
Its the other price to pay when you're a shopohoilic. I got tshirt for my family, sisters, evern small tedy bear for my niece.
We check out at 10.30 from Central Shukumvit 25. We had our break fast there, also lunch after we get to internet first to back up our cameras memory. Maria camera already full so she have to move half of the datas to a new sony micro flas disk that i just bought (390 baht).
We bought KFC for our dinner at train ( no more "is this cooked with pork?" question at least). The KFC located outside the station. When you get your ticket you have to seek very carefully to the KFC sign on the other side of the waiting room of the station, its on the corner of the food court stairs (the food court on the 2nd floor).
We went here yesterday. We quite supraise to see a white guy as a cashier of the KFC. Ofcourse it could be anywhere, but not at Indonesia for sure. That white guy speak very fluently Thai language, that we even re-thought that he might 50% Thai (he is absolutely physicly 100% white guy).
Our train number was 15. We got the last seat. Its not really a seat, at night it will become a bed. Both of us choose the upper bed, with fan and its rapid train. The ticket price is 491 baht for each.
The train leaving the bangkok station at straight 2.30pm and we will arrive at 6.00 in Chiangmai.
The journey ?
Feels almost the same like a train that i used to go to Palembang from Lampung. Business class.. but you could see lots of "non-passenger" get thru you offering foods, drinks, etc. But at least they were more nicely than you see on Palembang-Lampung train. They don't push you or threat you to buy anything for sure.
I can't really sleep because outside the window the scenery is beautifull. Its not all jungle like in Sumatra. You could see rice field, jungle, yes, and small towns.
I don't want to missed that. Also the sunset for sure.
The ticket guy is really nice to us. He said that his brother went to Indonesia for working (i'm grinning because there's alot of Thai guys working on our plant shutdown job).
There's none pick us up. We check my mail from the raiway station internet (10 baht/15minutes), its fast enough. The internet just looks like a vending machine.
The guest house said that they were probably wont sent anyone if theres none at the station using yellow shirt with julie guest house name. None.
So we ask the information about the tuk2 price to the guest house they said it was 60 baht.
We went outside and theres a woman offering songthew (pickup van) for 100 baht but Maria insist for 50 baht. They left us. But after about 15 minutes the guy back and agree with 50 baht (good job maria !!)
At the first sight when i see the guest house, its alittle bit dark, and Maria also said.. "errrhhh... is this the same guest house that we see online???" well i don't know for sure.
The office is seemed still closed as they said on the net, they will open at 8 am.
So we're trying to sleep pn the hostel looby. That morning there's several people sitting, or just lying down the bed or sofas that the put outside the hostel.
There's several people also seemed just arrive just looks like us with loads of backpack on their back waiting, and trying to get some rest. But same just like us they have to wait.
At 7.30 then they open the front door of the office and i ask about my booking confirmation. They said there's only double room but without hot water. I don't feel i was booking a room without hot water, so i insist to get one. They said they will arrange the room but we should wait until 11..


crazy chiangmai.....

Posted by Fico , 8:11 PM

Bangkok-Chiangmai 31 Agustus 2007

Kita berangkat ke Chiangmai naik kereta setelah survey dan beli tiket satu hari sebelumnya di stasiun Hua Lampong (cuma ada 1 stasiun kereta, kita kemaren naik BTS dan lanjut naik MRT tapi dari stasiun .... ke stasiun Hua Lampong lumayan jauh so selamat berjuang kalo punya bawaan kayak kami kemaren). Kita memilih kereta 2nd class sleeper rapid train (491 baht) soale jam berangkatnya jam 2 siang so nyampe Chiangmai sekitar jam 6 pagi. Ada juga se yang berangkat jam 8 malam, kereta Express, coba cek websitenya aja biar lebih jelas!!! Keretanya ga mewah, sama aja kayak Parahyangan Jakarta-Bandung tapi yang ini punya tempat buat tidur so bisa istirahat de. Hati2 dengan bawaan, kita kemaren spare gembok gede buat jaga2 J.

Chiangmai 1-3 September 2007

Di Chiangmai sama aja kayak di Bangkok, semua hostel buka jam 8 pagi so kita nunggu dalam keadaan ngantuk, capek, dekil plus pusing (train lag J). Sambil nunggu kita ke warnet dulu, disini warnet 15 baht/jam dan cepat banget, sangat murah sekali dibanding dengan Krabi or Bangkok yang rata2 40 baht/jam.

Kita nginap di Julie’s hostel, kita nyewa 1 kamar dengan hot shower 179 baht/kamar tapi kamarnya mah kecil banget apalagi kamar mandinya. Menurut gw ga terlalu nyaman se tapi banyak banget yang nginap disini bahkan ada yang rela balik lagi kesini walo da nginap ke tempat lain karena kelamaan nunggu front office buka. Mereka punya restoran so kita ga perlu repot keluar mo makan or beli minum, harganya mang lebih mahal tapi cuma beda 10-15 baht dari warung luar so ga masalah kali ya.

Tadinya mo ikut tour keliling kuil dan tempat kerajinan sutra tapi karena kita pesan buat hari minggu so harganya jadi 3250 baht, halah, mending ga jadi. Tapi kalo hari biasa 2800 baht, mang mahal banget se tapi da dapet makan siang+malam plus menyaksikan tarian tradisional Thailand. Karena ga jadi so kita bertualang sendiri lagi, sorenya kita mulai dengan keliling pasar malam dan seperti biasa semua ada di jual disini.

Perjalanan ga jauh dari ’wat day’, kebetulan tempat kita nginap dekat dengan berbagai kuil yang cukup ternama dan masuk dalam rekomendasi buku yang kita punya dan kuil2 yang akan kita kunjungi kalo pake tour. Dimulai dari Wat Chedi Luang, disini kuil tua, ada 4 patung Budha yang gede lagi duduk dan ada replika patung Budha tidur tapi kemaren lagi renovasi. Wat Phra Singh, kuil tempat ibadah dan banyak dikunjungi masyarakat setempat tapi ga terlalu besar. Habis dari sini kita ga ada rencana lain tapi waktu masih siang dan ada ide mo ke Doi Suthep, kuil tertua di Chiangmai. Kita nanya2 ma bule yang lagi belanja di 7 eleven dan bilang ada songthew yang langsung kesana dan bayar ga lebih dari 40 baht. Mulailah memberhentikan songthew yang lewat dan bertanya dengan bahasa inggris yang singkat padat dan jelas..’doi suthep???’, dia bilang ga tapi memberhentikan songthew lain dan kami bertanya lagi...’we want to doi suthep??...’yes!’...’how much???’...’40 baht 1 person’...’ok, 40 baht to doi suthep for 2 person???’...’yes!!’. Naiklah kami ke songthewnya dan meluncur dengan pasti kearah jalan yang pernah kami lalui. Tiba2 berhenti dan nyuruh kami turun dan nyambung ke songthew lain mo ke doi suthep tapi kami harus bayar dia 40 baht. Gw marah dan jelas tersinggung, ga lagi2 gw diboongi ma supir. Gw bilang ga mau bayar dan supir lain malah marah2 karena ga mungkin kami diantar kesana dengan mobil itu. Gw bilang ’bodo amat, dia janji mo antar kok sekarang berubah dan kami harus bayar lebih, kalo ga bisa antar bilang ga bisa dari awal!!’. Dia malah ngancam, ’kalo ga mo bayar kalian diantar ke kantor polisi!!!’. Gw dalam keadaan emosi, makin berang aja ’hayo!!!!!’. Beneran kami dibawa kekantor polisi dan waktu fico bilang gpp kalo kami ke kantor polisi, gw tetep maju membela kebenaran. Sebelum masuk, supirnya melototin fico dan yang jadi berang malah fico. Masuklah kami menghadap pak polisi dan si supir ’terhormat’ itu yang merasa ada diatas angin, ngomong langsung dengan bahasanya tentunya dan waktu gw mo ngomong...huahhhh...ternyata ga ada yang bisa english tapi untung ada seorang wanita yang lagi mengantar seorang bule yang habis kecelakaan dan dia bisa english sedikit. Pertama si wanita berfikir kami ga mo bayar padahal da diantar, kita ceritakan semua kronologis dengan english secepat kereta dan kami berdua semakin panas dan suara meninggi. Awalnya si wanita sulit mengerti dan si bule membantu kami menerangkan dengan suara yang tenang dan lambat sehingga si wanita mengerti. Si bule juga berkata disini memang sering terjadi seperti itu, si supir sering membohongi para turis dan jarang yang melapor ke polisi. Akhirnya si wanita menjelaskan keadaan dan si supir ga berani membantah, mungkin bapak2 polisi merasa menghadapi kasus yang aneh dan bingung plus pusing mendengar fico dan gw ngomong dengan ’kekuatan bulan’ J akhirnya nyurh kami pergi setelah si wanita nanya ’kalian mau bayar bapak supir ga??’, gw dengan rasa marah dan BT bilang ’ga akan!!’...’kalo gitu kalian boleh pergi!!’. Gw heran, gitu aja??? Dan yang paling ga nyambung si wanita sambil megang tangan gw bilang ’Thailand is beautiful, the people is good’....’maksud??!!!??’ Kami keluar duluan, sedang si supir masih tertahan didalm, mungkin si polisi takut kami dicegat ma si supir kali ya ??!! kami berdua berjanji…cukup sudah kuil2an!!!!!!!!

Untuk menenangkan diri kami kembali ke hostel dan membagi pengalaman ini ma front office, eh dia malah ga percaya dan rada BT ngeliat kami. Negara yang aneh dengan penduduknya yang aneh pula. Karena emosi dan rasa pusing plus lapar, kami merindukan McD kami yang tercinta, panas terik ga menghalangi kami untuk sesuap burger dan kentang goreng dan tak lupa segelas besar coke. Makan siang menjelang sore sekitar jam 3 kurang dan kami melanjutkan perjalanan mengitari jalan yang belum pernah kami lalui dan menemukan ’Pantip Plaza Chiangmai’, mall alat2 elektronik dan fico tergiur dengan laptop yang lagi sale…hehehe…. Oia, disini ada internet gratis so lumayan buat ngecek email dan browse tentang taksi dari bandara change ke hostel. Petualangan Chiangmai kami tutup dengan mengobok2 tiap kios pasar malam dan kembali ke hostel sebelum jam 8 malam karena harus packing semua beban dan kembali ke Singapore sebelum kembali ke negaraku tercinta.

bangkok oh bangkok

Posted by Fico , Thursday, August 30, 2007 9:50 PM

Phuket-Bangkok 27 Agustus 2007

Check out hostel jam 12 siang so kita harus ngungsi lagi menuju kota lain...BANGKOK.... Kita rencananya ke Surat Tani dulu naik bis dan lanjut naik kereta mpe Bangkok tapi gw bilang ma fico, kalo gitu kita bakalan capek banget harus angkut segala bawaan yang tiba2 jadi bertambah dengan hebatnya karena bawaan orok wanita yang hobi belanja so gw memutuskan dan dikit maksa fico supaya kita naik bis aja langsung ke Bangkok. Kita ga tau jadwalnya dan front officenya juga ga tau so gambling aja langsung datang ke terminal bis yang dekat banget dari hostel tapi harus bayar 90 baht/tuk2 (pake taksi, supirnya minta di bayar dimuka gara2 mobilnya bensinnya abis (egepe daaah!)). Gw lupa jadwalnya tapi waktu kita datang itu sekitar jam 1 siang so bis yang mo berangkat itu untuk bis tingkat isi 36 (626 baht) jam 4 sore dan untuk bis isi 24 (910 baht) berangkat jam 7 malam (kayaknya ada website tentang bis lokal Thailand de, coba cek aja). So kita naik bis tingkat yang isi 36 tapi kursinya agak sempit buat kaki kita yang cukup panjang, so lumayan pegal aja 13.5 jam perjalanan walo bisnya nyaman banget dan dapet makan gratis juga ada pramugarinya loh!! Oia, ada waktu istirahat 20 menit sekalian buat makan, kalo penggemar makanan halal, tanya aja ma pramugarinya soalnya tersedia makanan halal dan tidak halal. Tempat perhentiannya ini keren banget dan luas, bersih banget ga ada de di Indonesia.

Bangkok 28-31 Agustus 2007

Tiba sekitar jam 5 lewat so kita langsung menuju hostel jalan sukhumvit soi 25 naik taxi dan bayar 200 baht padahal waktu nanya ma pramugarinya kita harus bayar 300 baht, gw dengan sok pedenya aja bilang 200 baht waktu para supir taksi nyerbu, awalnya supaya untuk ngusir mereka aja tapi ada 1 supir yang mau so hajar bleh, soalnya dari peta kelihatannya cukup jauh dari terminal dan benar aja, dengan jalan yang ga macet sama sekali dan terhambat lampu merah 2-3 kali kita nyampe dalam waktu 35 menit di Hi Sukhumvit Hostel.

Badan rasanya pegel banget dan pengen tidur dengan segera...eh, malah terhambat ma front office yang ngomel karena kita ga booking sebelumnya dan kita datang kepagian. Hostel check in sekitar jam 9 tapi kita datang jam 6 so kalo kita mo masuk juga harus bayar 90 baht. No problem with me...dia tetap aja ngomel, katanya kita ga boleh kayak gitu, harus booking dulu dan dengan pedenya bilang, ’gimana kalo tadinya ga ada kamar buat kita???’. Gw bete aja dengan pria yang agak gemulai itu (gw nyebut dia, banci kaleng!!) so gw ga nyaranin lo nginap di hostel ini, selain itu tempat tidurnya tidak nyaman dan AC hidup hanya dari jam 20.00 s/d 08.00, harganya buat dorm female 8 tempat tidur 290 baht/orang (hostel tertidak nyaman selama perjalanan).

Setelah jalan2 sekitar hostel, menemukan 7 eleven (tempat andalan lain selain McD, KFC!!), makan mie thai (25 baht) dan

di seberang jalan di dekat 7 eleven, kayaknya tempat orang kantoran biasa sarapan, lumayan aceemm dan sarapan gratis dari hostel (cuma ini andalan mereka karena kita sarapan di restoran italy, tempatnya cozy banget tapi hanya tersedia nasi goreng/roti/sup dengan teh/kopi). Tidur dengan rasa kesal yang masih membara sampai jam 1, jam 2 da keluyuran naik BTS (skytrain, kita beli kartu 20xperjalanan so kita bayar flat 20 baht/1x perjalanan dari stasiun mana pun). Petualangan pertama ke MBK (turun stasiun Siam) (katanya orang Indonesia banyak gentayangan disini, bener aja, waktu makan di McD (lagi!!!) ketemu ma ibu-ibu dari bandung J. Disini aja jual baju2 knock off (aspal tapi kualitasnya bagus euy dengan harga 190 baht) tapi ga tiap hari kayaknya soale lusanya kita datang lagi, ga ada.

Kita juga ngunjungi Jim Thomsom, tempat jual sutra asli tapi harganya juga asli MAHAL BANGET, masa scarf doank 500rb. Dilanjutkan ke Suan Lum Night Bazaar (naik MRT, kereta bawah tanah or mereka lebih afdol nyebut Metro, dari stasiun Asok dan turun di stasiun...,mudah kok kalo punya peta J) ada 4 blok yang satu blok ada 6-7 lorong (paannjaang) yang kita iterin cuma 2 blok aja da empot2an ni kaki. Harga lumayan miring d

an ada yang jual bendera kecil, waktu gw beli di Singapore S$2/bendera, disini cuma 20 baht/bendera dengan kualitas yang sama. Ada juga yang jual sutra tapi ga tau asli pa ga tapi dengan 500 baht bisa beli bahan untuk 1 pasang baju. Ada yang jaul baju Thailand juga dengan berbagai ukuran dan lebih murah waktu kita beli di Phuket. Banyak de jualannya mpe bingung karena kebanyakan yang dilihat!!!!

Oia, soal MRT ga perlu beli kartu karena kita akan lebih sering naik BTS tapi kalo mo koleksi kartunya se gpp or mo kembali dalam waktu dekat ga rugi kok. Kartu MRT berlaku sampe 5 tahun (kayak ka-te-pe de!!!!!!!!!!). Lumayan murah banget daripada harus beli lagi (kalau emang niat balik lagi), itung2 investasi bo! Peta juga bisa didapatkan di tiap hostel kita menginap or kalo ada spot ’tourist information’ pasti punya peta gratisan, biasanya petanya dilengkapi dengan nama stasiun dan tempat wisata dan shopping center so ga perlu beli peta sendiri, lumayan menghemat biaya plus bawaan.

Di Bangkok kita melakukan petualangan sendiri tanpa ikut tour, ga perlu kalo kita tau mo kemana aja, ga akan nyasar de, jamin mutu kalo kalian bisa baca peta dan punya peta BTS+MRT.

Besoknya kita mo ’wat day’ artinya ngunjungi banyak kuil mulai dari Wat Arun, Wat Po (Budha tidur), Wat Phra Kaew dan Grand Palace. Enaknya kita naik BTS, kita naik dari stasiun Asok lalu ganti kereta di stasiun Siam lanjut mpe stasiun terakhir Saphan Taksin, lalu naik ferry cuma 13 baht (flat ke semua pier=pelabuhan), ga usah bayar yang 100 baht/hari karena kita ga akan bisa bolak balik naik ferry lebih dari 3x dalam 1 hari soale ngunjungi 1 wat aja da abisin waktu 1-2 jam, keren banget so rasanya ga mo pulang. Kita mulai dari Wat Arun,

lebih keren kalo ngunjungi waktu sore soale dindingnya dilapisi kaca warna warni so bakalan berkilauan, masuk harus bayar 20 baht. Kuilnya tinggi banget dan tangganya curam so hati2!!! Trus lanjut ke Wat Po, disini ada patung budha raksasa yang lagi tidur, katanya dari emas (ga tau de, mungkin dilapisi emas kali!!!), masuk harus bayar 20 baht. Kita mo ke Grand Palace & Phra Kaew (dalam 1 lokasi) tapi waktu itu adalah hari budha so tutup selama 2 jam buat doa. Raja memberi subsidi buat supir tuk2 dan masuk Grand Palace+Wat Phra Kaew+Vimanmek Mansion gratis (seharusnya bayar 250 baht) semua tuk2 hanya bayar 10 baht keliling kota sepanjang hari selama 1 minggu dan ternyata waktu kita datang itu adalah hari terakhir. Kita dibawa keliling menuju budha duduk yang ternyata ga penting dan kita terbujuk rayu untuk beli cincin yang katanya kalo dijual balik harganya 2x lipat (ternyata BOHONG!!!) dan supir tuk2 maksa kita ngunjungi tempat jual perhiasan lain supaya dia dapet bensin gratis dan dia juga BOHONG kalo Grand Palace tutup jam 4 sore (buka jam 8.30 dan tutup jam 15.30). Oia, info aja kalo ketemu orang di tengah jalan dan bilang kalo Grand Palace tutup dan nawari ketempat lain naik tuk2, mereka BOHONG!!!! Lengkaplah rasa kesal dan amarah dengan dibasahi hujan deras, untung gw kemaren pake baju item.

Kami melewati gratisan so kita jalan kaki (dekat banget dari Grand Palace) ke Kao San road, tempat komunitas backpacker berkumpul dan hanya rame menjelang sore aja soale banyak orang jualan dan para backpacker baru muncul kepermukaan. Kayak pasar aja de sepanjang jalan, jalan aja rasanya sulit karena akan bersentuhan dengan para pejalan kaki lain. Oia, dalam perjalanan kita menemukan lapangan/taman gitu yang banyak merpati bebas yang ngumpul kayak di Inggris gitu de, keren de buat foto2 J (di depan Thammasat University (tempat fico’s ex lop steven ngajar ((huakakkakkkakkak) sempat masuk ke kampus poco2 di depan kampus sama membaca peta kampus (nyari kampus fisip tempat steven ngajar) dan ini hasil usul dand desakan gw yang buat fico malu2 tapi mau, halah!!!!!!).

Petualangan wat dilanjutkan besoknya dan memang Grand Palace indah banget, jauh lebih keren dari Wat Chalong yang di Phuket or Wat Arun, lo kudu datang kalo mampir ke Bangkok, walo bayar 250 baht, worth it!!! Bangunannya megah banget dan warnanya sungguh mempesona, ga bisa diceritain liat aja de fotonya. Habis dari ini kita ke Erawan Shrine (patung budha 4 wajah, turun di stasiun Siam), kata fico banyak orang yang berdoa disini terkabul doanya (?), coba aja de!!! Sekalian mampir di Central World (mall) untuk menghilangkan kepenatan seharian karena seharian jalan kaki dan cuaca yang panas banget kita tutup dengan mengunjungi bioskop dan nonton ’The Invasion’ (160 baht). Keren banget bioskop dan pastinya lebih dingin dari 21 diIndonesia. Jumlah teathernya 19, trus bisa milih jenis tempat duduk, oia ada yang VIP arti na duduk di sofa, ada yang bahkan bisa sambil tiduran sambil nonton di hari2 tertentu. Beli pop corn membabi buta (fico doank loh!!! Gw kalo nonton jarang sekali beli popcorn+minum, gw beseran se J) sebab ENAK BANGET !! Apalagi yang rasa karamel (makan popcorn kayak makan nasi huahahahah) anehnya harga popcorn di lantai atas lebih mahal dari pada yang dibawah. Yang dekat dengan counter penjualan tiket. (??). Oia, karcis nonton bisa di beli dengan kartu debit dan kredit card, bisa pesan via telpon dan internet (wooohoo, hebat!!!!)

Oia, disini ada pasar Chatuchak namanya, yang luaaaaaaasss banget tapi hanya buka sabtu-minggu tapi kita harus melewatkan ini karena harus berangkat ke Chiangmai hari sabtunya.